Selasa, 19 April 2011

Teh Hijau yang Jempolan

Jakarta, Teh hijau dipercaya memiliki banyak khasiat. Teh hijau begitu populer menjadi minuman kesehatan di dunia. Apa saja fakta tentang hijau?

Teh hijau berasal dari tanaman Camellia Sinesis. Daun teh yang dipetik langsung dikeringkan tanpa proses fermentasi sehingga tidak terjadi perubahan warna dan rasa. Proses pengolahan teh hijau sangat minimal dibanding teh hitam sehingga lebih banyak mengandung epigallocatechin-3- gallate (EGCG).

Dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry disebutkan teh hijau banyak mengandung catechin, antioksidan yang sangat berguna untuk melawan penyakit. Teh hijau juga kaya vitamin seperti A, B1, B12, C, E dan K. Teh hijau juga mempunyai mineral seperti kalsium, besi, seng dan lain-lain.

Beberapa bahan lain dalam teh hijau adalah asam gallic, minyak atsiri, karoten, serat makanan larut dan kecil jumlah karbohidrat.

Seperti dilansir buzzle, Senin (22/3/21010) ada beberapa manfaat kesehatan dari minum teh hijau:


  1. Teh hijau kaya akan antioksidan yang membantu menurunkan kolesterol dan menjaga tekanan darah.
  2. Minum teh hijau bisa menyembuhkan pilek dan batuk.
  3. Teh hijau membantu dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.
  4. Teh hijau juga berfungsi sebagai bakterisida dan menghancurkan bakteri penyebab plak dan kerusakan gigi.
  5. Teh hijau kaya epigallocatechin gallate (EGCG), yang merupakan antioksidan kuat dan membantu dalam mencegah dan menghancurkan sel-sel kanker.
  6. Teh hijau juga dikenal untuk mencegah penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan penyumbatan arteri.
  7. Teh hijau berfungsi sebagai penghalau stres dan membantu mengendurkan saraf. Ia juga dikenal untuk mencegah penyakit kognitif seperti demensia dan amnesia.
  8. Teh hijau membantu eredakan gejala-gejala menopause tertentu seperti perubahan suasana hati dan gangguan tidur.
  9. Minum teh hijau membuat kulit bersinar, rambut sehat dan mengurangi tanda-tanda penuaan seperti keriput, bintik-bintik dan sebagainya.Irna Gustia - detikHealth

Tidak ada komentar:

Posting Komentar